Home Artikel Dana Pendidikan dan Kesehatan Dari Hutang Rusak Mental Bangsa

Dana Pendidikan dan Kesehatan Dari Hutang Rusak Mental Bangsa

130
0

Merdeka.com – Direktur Koalisi Anti Utang (KAU), Dani Setiawan mengkritik keras kebijakan pemerintah yang membiayai dana pendidikan dan kesehatan dari utang luar negeri. Hal ini tercermin jelas dalam kebijakan R-APBN 2015 di mana mengalokasikan dana BOS dan pos kesehatan dari dana utang.

Menurut Dani, pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) secara jelas telah mengalokasikan penarikan pinjaman luar negeri untuk melanjutkan program BOS. Program yang telah berjalan lama ini disebut akan merusak karakter bangsa karena akan banyak intervensi dari asing.

“Dalam R-APBN 2015 ada penarikan pinjaman luar negeri melanjutkan program BOS, kualitas pendidikan. Ini sudah berlangsung lama. Menurut saya pribadi, bagaimana mau menyelamatkan mental karakter bangsa jika kita intervensi dari sana,” ucap Dani di Sekretariat Fitra, Mampang, Jakarta, Rabu (20/8).

Menurut Dani, kebiasaan membiayai pendidikan dengan utang masih belum bisa berhenti sampai sekarang. Seharusnya pemerintah bisa lebih mengoptimalkan pendapatan negara melalui pajak atau PNBP yang hasilnya bisa digunakan membiayai pendidikan dan pos-pos kesehatan.

“Harusnya tidak boleh pakai utang. Ini bisa dibiayai dari penghematan efisiensi tubuh Kemendikbud sendiri. Kemudian harus ada strategi penerimaan negara, pajak, SDA sehingga ada tambahan dana segar dari itu,” tegasnya.

Dani menyarankan untuk pemerintah berikutnya melakukan revolusi mental seperti yang telah didengungkan Joko Widodo . Sektor pendidikan dan kesehatan harus lepas dari utang luar negeri dan intervensi asing.

“Kemendikbud dan pos kesehatan berhenti berhutang luar negeri. Ini sektor sensitif karena karakter dan pembentukan manusia. Full pembiayaan negara independence menjalankan amanat konstitusi. Ini visi kedaulatan negara,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here